Pandangan serupa disampaikan Yohana Kale, pembudidaya rumput laut dari Kabupaten Sabu Raijua yang selama ini mendapatkan pendampingan dari YKAN. Menurutnya, banyak prinsip dalam Best Management Practices (BMP) yang selama ini diterapkan ternyata selaras dengan standar CBIB.
BMP sejalan dengan prinsip CBIB. Mulai dari persiapan lahan budi daya, penggunaan bibit, waktu panen yang tepat, hingga penanganan pascapanen.
“Bimtek ini membantu kami memahami bahwa praktik yang sudah diterapkan selama ini memang mendukung standar CBIB, sehingga tinggal diperkuat dan didokumentasikan dengan lebih baik,” katanya.
Temuan tersebut menjadi kabar baik bagi upaya peningkatan standar budi daya rumput laut di NTT. Praktik-praktik yang selama ini diperkenalkan melalui pendekatan BMP terbukti memiliki banyak kesesuaian dengan prinsip-prinsip CBIB.
Di tengah meningkatnya permintaan pasar terhadap produk yang dapat ditelusuri asal-usulnya dan diproduksi secara bertanggung jawab, penguatan standar menjadi langkah penting untuk memastikan rumput laut tetap menjadi sumber kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus menjaga kesehatan laut yang menjadi penopangnya.
Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman menegaskan bahwa penguatan standar budi daya menjadi bagian penting dari upaya membangun ekonomi biru yang berkelanjutan di wilayah pesisir.




