“Menjadi tanggung jawab kita sebagai manusia untuk melindungi kehidupan mereka,” kata Rektor.
Karena itu, menurut Syafsir, kita harus melakukan kajian-kajian tentang bagaimana konservasi terhadap spesies ini dilakukan, agar habitat fauna laut ini semakin baik.
Dekan FIKP UMRAH, Dr Agung Dhamar Syakti mengatakan, pelatihan ini diadakan oleh FIKP UMRAH agar mendapatkan data-data saintifik yang akurat mengenai spesies laut yang terancam punah (marine endangered species).

Menurut Agung, terdapat sejumlah spesies yang dilindungi di perairan Kepri, seperti dugong, lumba-lumba, dan penyu hijau. Untuk konservasi spesies ini membutuhkan satu basis data yang akurat.
Pelatihan diisi oleh para pakar dari berbagai negara di asia pasifik, dari China, Malaysia, Thailand, Brunei yang akan memberikan materi kepada peserta yang berasal dari negara asia pasifik dan tentunya dari Indonesia sendiri.
“Sehingga mereka dapat memahami teknik observasi mamalia laut yang dalam status punah ini untuk bisa dikelola lebih baik data-datanya dengan akurat,” kata Agung yang juga pakar Bioremediasi dan Marine Debris.
Kegiatan ini mendapat dukungan sponsor dari ASEAN China Maritime Cooperation Fund, IOC WESTPAC Unesco, serta sponsor lokal seperti Banyan Tree dan pemerintah daerah.





Komentar tentang post