Dengan mengkorelasikan suhu dan pertumbuhan tahunan karang, dapat diketahui pengaruh suhu terhadap pertumbuhan karang, hasil penelitian semacam ini telah digunakan untuk mendukung kegiatan konservasi terumbu karang.
Menurut Yudawati secara garis besar tujuan penelitian iklim masa lampau dari karang porites ini difokuskan untuk meningkatkan pemahaman variabilitas iklim di wilayah Indonesia dan pemahaman fenomena iklim ENSO (El Nino Southern Osillation) dan IOD (Indian Ocean Dipole) di masa lampau.
Selain itu, kata Yudawati, penelitian ini untuk memahami pengaruh suhu terhadap pertumbuhan tahunan karang Porites dan untuk evaluasi dan pengembangan metode kalibrasi data proxy dan metodologi rekonstruksi air laut dari data proxy karang.
Beberapa hasil penelitian Yudawati menjelaskan hasil rekonstruksi suhu dan salinitas dari kandungan geokimia karang hidup Porites dari perairan Pulau Timor (Selat Ombai), selama kurun waktu yang panjang 90 tahun (1914–2004) menunjukkan IOD memengaruhi suhu dan salinitas secara signifikan.
Untuk ENSO memengaruhi suhu secara signifikan, namun tidak pada salinitas. Hasil ini perlu diperhitungkan saat menafsirkan iklim masa lampau di Indonesia.
Hasil rekaman karang sub-fossil dari wilayah Selat Sunda menunjukkan adanya kenaikan frekuensi kejadian IOD/ENSO dari masa ada pertengahan sampai masa sekarang.





Komentar tentang post