Pola curah hujan dan variabilitas suhu ini sangat dipengaruhi oleh fenomena global dan regional dalam skala waktu musiman, tahunan, antar tahunan, hingga dekade.
Adanya perubahan pada fenomena global dan regional akan sangat mempengaruhi iklim di Indonesia, contohnya dapat mengakibatkan musim kering atau musim hujan ekstrem yang berkepanjangan, hingga naiknya muka air laut.
Indonesia menarik untuk dilakukan studi iklim, selain juga Indonesia kaya akan sumber daya arsip alam seperti sedimen laut, sedimen danau, karang, pohon, speleothem, bahkan ice core (inti bor es).
Karang Batu
Ketua Penelitian Iklim dan Lingkungan, Pusat Riset Geoteknologi – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sri Yudawati Cahyarini, mengatakan, karang Scleractinia atau disebut juga karang batu dari genus Porites mampu menyediakan data iklim masa lampau yang cukup meyakinkan.
Kombinasi karang hidup dan mati mampu menyediakan data iklim secara terus menerus dari masa kini sampai ribuan tahun bahkan ratusan ribu tahun lampau dengan resolusi bulanan.
Kandungan geokimia karang dapat digunakan untuk merekontruksi suhu permukaan laut, presipitasi dan salinitas permukaan laut.
Selain itu, dengan menggunakan sinar-X atau rontgen dapat diindentifikasi pelapisan pertumbuhan tahunan karang Porites yang merekam informasi kronologi atau urutan waktu, serta informasi kecepatan klasifikasi karang.





Komentar tentang post