Bencana geologi ini melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong dan Donggala.
BNPB mencatat total kerugian material di empat wilayah tersebut tercatat sebanyak 1.995 rumah mengalami rusak ringan, 147 rumah suak sedang dan 73 rumah rusak berat.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan hasil asesmen lapangan, Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan akibat gempa bumi.
Dalam agenda tersebut, Suharyanto memimpin rapat koordinasi bersama Bupati Sigi, pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, BPBD Kabupaten Sigi dan unsur Forkopimda di Posko Lapangan Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
Rapat koordinasi membahas perkembangan situasi terkini, kebutuhan penanganan darurat, percepatan pendataan kerusakan dan kerugian, serta langkah-langkah pemulihan yang perlu segera dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak.
Dari hasil rapat koordinasi tadi, pada hari ke 4 setelah terjadi bencana, alhamdulillah sangat cepat penanganannya, sudah terbangun tenda-tenda yang dibangun dekat dengan rumah warga sebagai antisiapsi apabila ada gempa susulan, kata Suharyanto.
Saat rakor tersebut juga terdapat pembahasan mengenai potensi risiko banjir bandang, mengingat beberapa bukit secara visual tampak mengalami longsor disebagian titik.



