Idealnya, kata Adriani, pada saat penanganan mamalia laut terdampar, yang dibutuhkan adalah clearing area dari kegiatan manusia untuk menekan stres mamalia laut.
Karakteristik individu dari kelompok paus kemudian dilakukan oleh para ahli untuk menentukan pimpinan kelompok dan menjadi penanganan utama. “Kemudian kita deteksi mana individu paus yang bisa dilepasliarkan, mana yang butuh untuk direhabilitasi untuk penanganan medis,” kata Adriani.
Penanganan paus terdampar yang mati dengan dikubur sudah tepat. Jika bangkai dibiarkan dan membusuk akan mengeluarkan bakteri dan parasit. Hal ini justru lebih membahayakan. Namun untuk menguburkan tidak mudah karena berat.
Peristiwa terdamparnya puluhan ekor paus pilot maupun mamalia laut lainnya di pesisir pantai Indonesia bukan hanya 1-2 kasus saja. Data dari World Wide Fund for Nature (WWF), dalam periode 2015-2019 terdapat 304 kasus mamalia laut terdampar di pantai Indonesia.
Beberapa hari sebelum terjadinya paus terdampar, masyarakat pesisir sebenarnya sudah mengetahui adanya aktivitas yang tidak biasa dari mamalia laut tersebut.
Misalnya peristiwa puluhan paus pilot yang terdampar di Selat Madura. Ada laporan masyarakat yang melihat rombongan paus pilot berada di perairan selatan Madura, tepat satu hari sebelum terdampar. Hal ini serupa dengan kejadian terdamparnya paus pilot pada Juni 2016.





Komentar tentang post