Roudhatul Jannah mengikuti ENJ dengan kapal Dewaruci pada Oktober 2017 lalu. Pengalaman mengikuti ENJ membuatnya memahami bahwa Indonesia memiliki keragaman yang luas, laut menjadi pemersatu Indonesia.
“Berada di atas kapal membuat saya mengenali potensi besar kelautan. Saya yakin teman-teman saya yang mengikuti ENJ juga merasakan hal yang sama. Jangan bilang mencintai Indonesia, sebelum kamu mencintai lautan Indonesia,” katanya.
Ridwan Alimuddin praktisi Maritim dari Sulawesi Selatan mengatakan, untuk memperkuat budaya maritim dapat juga melalui olahraga. Seperti dayung, olah raga layar terbina skill individu, kepemimpinan dan kerja sama tim.
“Kita tidak akan menang apabila anggota tim mendayung ke arah yang berbeda,” kata praktisi yang berpengalaman dalam penyelenggaraan sandeq race ini.
Bahkan olahraga seperti sandeq Race, menurut Ridwan, dapat menjadi sarana melestarikan tradisi perahu sandeq, turnamen olah raga prestasi juga pariwisata. Untuk mengembalikan tradisi maritim diperlukan komitmen politik dan dukungan pemerintah.
Menurut Ridwan, budaya maritim dapat dikembangkan dengan pemberdayaan armada sipil atau pelayaran rakyat. Berkaca pada bencana gempa bumi yang melanda Palu dan Donggala baru-baru ini, Ridwan mengatakan distribusi bantuan dapat lebih cepat bila menggunakan kapal-kapal rakyat karena saat itu akses darat tertutup.





Komentar tentang post