Darilaut – Cangkang rajungan berpotensi untuk dapat dijadikan separator baterai lithium-ion berkinerja tinggi. Inovasi ini ditemukan Peneliti Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhamad Nasir, bersama tim peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Nasir mengatakan limbah cangkang rajungan dari industri pengalengan biasanya dibuang begitu saja.
“Kami mengisolasi kitin dari cangkang rajungan, kemudian mengubahnya menjadi kitin nanofiber melalui proses ultrasonikasi dan electrospinning,” kata Nasir dalam Forum e-Asia Joint Research Program 15th Joint Review Meeting & Annual Board Meeting 2026, pada Selasa (8/9).
Nasir menjelaskan bahwa cangkang rajungan (shell) mengandung kitin sebanyak 20-30 persen, serta kalsium karbonat 40-50 persen dan protein 25 persen.
Proses transformasi limbah menjadi material baterai (cell) dimulai dengan isolasi kitin melalui dua tahap, yaitu demineralisasi menggunakan HCl untuk menghilangkan kalsium karbonat dan deproteinasi menggunakan NaOH untuk menghilangkan protein.
“Kitin yang telah diisolasi kemudian diubah menjadi kitin nanofiber berukuran sekitar 62 nanometer melalui proses ultrasonikasi,” kata Nasir seperti dikutip dari Brin.go.id.
Selanjutnya, “kitin nanofiber dikompositkan dengan PVA melalui proses electrospinning, yaitu teknik pembuatan serat nano dengan bantuan tegangan listrik tinggi, untuk menghasilkan membran separator.”



