Adietya mengatakan masih menyiagakan personel dan kendaraan di desa-desa untuk terus melakukan proses evakuasi.
“Untuk keamanan rumah maupun materil, kami melakukan patroli di desa-desa tersebut 24 jam bergantian,” kata Adietya.
Evakuasi warga di enam desa di Kecamatan Tabaru adalah Desa Sangaji Nyeku, Soasangaji, Tuguis, Togoreba Sungi, Borona, dan Todoke.
Berdasarkan data kependudukan desa setempat, sebanyak 2.959 Jiwa / 838 KK yang harus melakukan evakuasi sementara.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat mengimbau 10 sekolah yang berada di wilayah rawan bencana untuk meliburkan siswanya sementara waktu.
Selanjutnya, Dinas Pendidikan akan mengorganisir kegiatan belajar mengajar di lokasi yang lebih aman.
Selain itu, rambu zona bahaya dipasang di sejumlah titik di Gunung Ibu. Rambu ini sebagai penanda yang berfungsi sebagai pengingat bagi seluruh warga bahwa sedang berada di zona bahaya.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati menyaksikan langsung proses pemasangan rambu zona bahaya di beberapa lokasi di Halmahera Barat, pada Sabtu (18/1).
“Kita memastikan bahwa desa yang direkomendasikan untuk dievakuasi, kita pasang rambu. Rambu-rambu ini berbentuk baliho dan menunjukan bahwa zona bahaya dan disebutkan bahwa dilarang masuk,” ujar Raditya.




