Senin, Juli 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Naskah Seruan Penanggulangan Destructive Fishing dan Illegal Fishing di Gorontalo Utara

redaksi
28 September 2025
Kategori : Kajian
0
Naskah Seruan Penanggulangan Destructive Fishing dan Illegal Fishing di Gorontalo Utara

Yahya Alamri. FOTO: KOLEKSI PRIBADI

Oleh : Yahya Alamri, Konsorsium Rakyat Pantura/KONTRA

Kabupaten Gorontalo Utara dikenal sebagai wilayah pesisir dengan garis pantai yang panjang dan wilayah perairan yang luas. Laut bukan hanya bentangan air semata, melainkan sumber kehidupan bagi ribuan nelayan tradisional, penopang ekonomi keluarga, dan masa depan pangan daerah.

Namun hari ini, laut Gorontalo Utara berada dalam ancaman serius. Aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak (bom ikan) atau destructive fishing, serta illegal fishing seperti penggunaan alat tangkap terlarang, hingga penangkapan ikan tanpa izin telah menjadi penyakit kronis.

Bahkan kegiatan pengeboman ikan sampai terjadi kejar-kejaran antara aparat dan pelaku di tengah laut.

Fakta ini menunjukkan bahwa kerusakan tidak lagi berada di titik peringatan, melainkan sudah di ambang darurat ekologis dan sosial.

Kerugian aktivitas ini bukan hanya soal ikan yang dicuri atau pelaku yang melarikan diri. Tapi yang jauh lebih berbahaya adalah hancurnya ekosistem laut secara perlahan tapi pasti.

Ledakan bom ikan tidak hanya membunuh ikan dewasa, tetapi juga menghancurkan terumbu karang, mematikan larva, dan memutus seluruh rantai kehidupan bawah laut.

Alat tangkap destruktif, menyeret dasar laut hingga tak tersisa ruang bagi biota untuk berkembang biak. Jika laut adalah lumbung pangan, maka praktik ilegal ini sama dengan membakar lumbung tersebut dengan sengaja.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Bom Ikandestructive fishinggorontalo utaraillegal fishinglaut sulawesiYahya Alamri
Bagikan12Tweet6KirimKirim
Previous Post

Sebagai Penggerak Transformasi Positif Sektor Pariwisata Menyediakan Pekerjaan Bagi Ratusan Juta Orang

Next Post

Topan Bualoi Mendarat di Vietnam, 1 Tewas dan 4 Hilang

Postingan Terkait

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

17 Juli 2026
Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

6 Juli 2026

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Next Post
Topan Bualoi Mendarat di Vietnam, 1 Tewas dan 4 Hilang

Topan Bualoi Mendarat di Vietnam, 1 Tewas dan 4 Hilang

TERBARU

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Magnitudo 5, 7 Guncang Talaud, Warga Panik

Apa Itu Lapisan Ozon

Kapal Kandas di Pelabuhan Ratu, Batu Bara Jatuh ke Laut

Ruang Hidup Masyarakat Pesisir Direbut Kekuatan Besar

Metana Efektif Memerangkap Panas

Sekjen PBB Mengajak Kerja Sama Mengatasi Polusi Udara

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.