Selasa, Oktober 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tanda Zona Bahaya Dipasang di Gunung Ibu

redaksi
19 Januari 2025
Kategori : Berita
0
Tanda Zona Bahaya Dipasang di Gunung Ibu

Pemasangan rambu zona bahaya di sejumlah titik di Gunung api Ibu Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Sabtu (18/1). FOTO: BNPB

Darilaut – Rambu zona bahaya dipasang di sejumlah titik di Gunung api Ibu Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Rambu ini sebagai penanda yang berfungsi sebagai pengingat bagi seluruh warga bahwa sedang berada di zona bahaya.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati menyaksikan langsung proses pemasangan rambu zona bahaya di beberapa lokasi di Halmahera Barat, pada Sabtu (18/1).

“Kita memastikan bahwa desa yang direkomendasikan untuk dievakuasi, kita pasang rambu. Rambu-rambu ini berbentuk baliho dan menunjukan bahwa zona bahaya dan disebutkan bahwa dilarang masuk,” ujar Raditya.

Selain Raditya dan jajaran BNPB, Dandim 1501/Ternate selaku Komandan Posko berada di lokasi pemasangan rambu zona bahaya tersebut.

“Targetnya enam desa dipasang rambu selesai hari ini. Harapannya masyarakat dipastikan tahu bahwa mereka sedang berada di zona bahaya,” ujarnya.

Selain memasang rambu, BNPB menuju Desa Sangaji Nyeku untuk melihat langsung sirine yang ada di desa tersebut.

“Di sisi lain kita memastikan bahwa sirine yang dipasang di titik di wilayah desa tersebut berfungsi, karena sirine ini berbasis pada informasi yg ada di hulu,” ujarnya.

Setelah memasang rambu, Raditya melanjutkan tinjauan dengan menyisir ke desa-desa yang perlu dievakuasi seperti di Desa Tuguis dan Desa Todoke di Kecamatan Tabaru.

Tags: BNPBGunung IbuHalmahera BaratKawasan Rawan BencanaMaluku Utara
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Larangan Aplikasi TikTok Membayangi Pengguna di Amerika Serikat

Next Post

Pengungsi Gunung Ibu di Halmahera Barat Bertambah

Postingan Terkait

Topan Super Champi Bawa Gelombang Tinggi 16,8 Meter di Laut Filipina

Topan Super Champi Bawa Gelombang Tinggi 16,8 Meter di Laut Filipina

20 Oktober 2026
Penangkapan Tidak Berkelanjutan, 10 Tahun Lagi Ikan Nike Menghilang di Perairan Gorontalo

UNG Perkuat Produk Olahan Ikan Nike

20 Oktober 2026

Titik Panas Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat

Curah Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia Masih Kategori Rendah

Area Hutan dan Lahan Terbakar di Indonesia Tahun 2026 Hampir 2 Juta Hektare

Singapura Memiliki Otoritas Memberi Sanksi Penyebab Polusi Asap Lintas Batas

32 perusahaan di 7 Provinsi Kena Sanksi Administratif dan Proses Pidana Kebakaran Hutan

Dua Gunung Es Antartika Terlepas, Hanyut Ribuan Kilometer Menuju Georgia Selatan

Next Post
Gunung Ibu di Halmahera Barat 13 Kali Meletus

Pengungsi Gunung Ibu di Halmahera Barat Bertambah

TERBARU

Topan Super Champi Bawa Gelombang Tinggi 16,8 Meter di Laut Filipina

UNG Perkuat Produk Olahan Ikan Nike

Titik Panas Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat

Curah Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia Masih Kategori Rendah

Area Hutan dan Lahan Terbakar di Indonesia Tahun 2026 Hampir 2 Juta Hektare

Singapura Memiliki Otoritas Memberi Sanksi Penyebab Polusi Asap Lintas Batas

AmsiNews

REKOMENDASI

Pari Kikir Tak Bisa Ditangkap Secara Bebas

Seni Pertunjukan, Teater Peneti Gorontalo Buka Penerimaan Anggota Baru

Program Penanganan Sampah di Pulau Bintan

Survei Penyakit Karang dan Mikroplastik di Karimunjawa

Kondisi Gerah di Indonesia Bukan Gelombang Panas

Mengolah Bijih Emas Tanpa Merkuri

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.