Darilaut – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) telah merilis laporan terbaru yang menganalisis penilaian kebutuhan pascabencana.
Laporan dengan judul Mapping the Impact and Informing Economic Resilience: An Analysis of Post-Disaster Needs Assessment (PDNAs) sangat menekankan peran penting Layanan Meteorologi dan Hidrologi Nasional (National Meteorological and Health Services – NMHS) dalam mendukung ketahanan ekonomi.
Layanan ini bukan hanya penyedia prakiraan teknis, tetapi juga mitra fundamental dalam pengambilan keputusan pascabencana.
Data otoritatif mereka membentuk tulang punggung sistem peringatan dini, atribusi bahaya, layanan iklim, dan pemodelan risiko, namun keahlian mereka masih kurang dimanfaatkan di sebagian besar PDNAs.
NMHS memungkinkan pemerintah untuk mengukur intensitas dan anomali peristiwa ekstrem, memvalidasi kerugian dan kerusakan, dan menerjemahkan bukti ilmiah ke dalam perencanaan pemulihan yang realistis.
Namun, NMHS sering diabaikan dalam proses pengurangan risiko bencana nasional. Keterlibatan yang terbatas ini membatasi ketelitian ilmiah analisis dampak bencana dan melemahkan kemampuan untuk mengaitkan kerugian dan kerusakan yang diamati dengan peristiwa bahaya tertentu.




