Belum ada laporan keberadaan 15 awak kapal perikanan Indonesia dan seorang Taiwan.
Menjelang kedatangan topan Freddy, Biro Nasional Risiko dan Penanggulangan Bencana (BNGRC) Madagaskar terlebih dahulu mengevakuasi 7.000 orang di wilayah pesisir yang berada di jalur badai, sementara sekolah dan transportasi umum dihentikan sementara.
Topan Freddy mendarat di pantai timur Madagaskar, dekat Mananjary, pada 21 Februari.
Sistem cuaca sedikit melemah sebelum mendarat. Akan tetapi sistem ini masih mempertahankan angin rata-rata 130 km per jam, dan hembusan 180 km per jam di dekat mata.
Kondisi ini menyebabkan gelombang badai dan merobek atap rumah serta infrastruktur penting, termasuk sekolah.
Sedikitnya empat orang di Madagaskar tewas dan 11.000 orang mengungsi akibat lewatnya Freddy.
Saat itu, lebih dari 4.500 rumah telah terendam atau rusak (2.276 banjir dan 2.267 rusak), terutama di Wilayah Vatovavy.
Freddy keluar dari daratan Madagaskar dan masuk di Alur Mozambik (Mozambique Channel). Topan Freddy mendarat di kota pesisir Vilanculos Provinsi Inhambane pada 24 Februari.
Sedikitnya 171.400 orang terkena dampak—termasuk 10 tewas, 10 luka-luka, dan lebih dari 9.000 orang mengungsi — setelah hujan lebat dan banjir di wilayah tersebut.
Lebih dari 30.000 rumah terkena dampak, termasuk 14.600 rusak, 1.900 hancur dan 13.500 banjir, menurut Institut Nasional Penanggulangan Bencana (INGD) per 6 Maret.





Komentar tentang post