Freddy selanjutnya, mendarat untuk kedua kalinya di Mozambik, pada Sabtu 11 Maret malam, waktu setempat.di dekat Kota pesisir Quelimane, Provinsi Zambezia selatan, Mozambik. Kecepatan angin maksimum hingga 175 km per jam.
Dilaporkan sedikitnya enam orang tewas di kota pelabuhan Quelimane, setelah pendarata Freddy yang kedua di Mozambik. Listrik padam dan sinyal telepon terputus di beberapa bagian daerah yang terkena dampak.
Topan Freddy menerobos pedalaman Afrika bagian selatan, mendekati dan mendarat di Malawi Senin (13/3).
“66 orang tewas di Malawi, 93 luka-luka dan 16 orang hilang akibat Topan Freddy yang melanda lebih dari 2115 orang pada Senin 13 Maret,” kata Palang Merah Malawi, melalui akun Twitter @MalawiRedCross, Senin (13/3).
Pada tanggal 14-15 Maret Freddy diperkirakan akan berlanjut ke barat laut ke pedalaman di atas Provinsi Tete dan berbelok ke tenggara di atas Malawi selatan dan Provinsi Zambezia (Mozambik),
Selama perjalanan Topan Freddy sejak berkembang pada 3 Februari hingga Selasa, hari ini, mengakibatkan sedikitnya 99 orang tewas, 16 orang hilang di Samudra Hindia dekat Mauritius dan 16 di Malawi.
Sumber: Darilaut.id, OCHA/Reliefweb.int, Aljazeera.com, Malawi Red Cross dan DCCMS/Twitter





Komentar tentang post