Gempa kembali terjadi di Kepulauan Talaud pada Kamis (21/1) dengan kekuatan magnitudo 7,0 tidak berpotensi tsunami. Gempa ini terjadi akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Filipina.
Hingga hari Sabtu pukul 11.00 WITA telah terjadi sebanyak 4 kali gempa susulan. Dampak gempa ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, hanya terjadi kerusakan ringan.
Berdasarkan data selama periode 1 hingga 22 Januari 2021 saja, BMKG mencatat gempa dirasakan sebanyak 59 kali, jumlah ini tergolong tinggi, dan hampir setiap hari terjadi gempa dirasakan. Bahkan pada 14 Januari 2021 lalu dalam sehari terjadi gempa dirasakan sebanyak 8 kali.
Zona potensi gempa yang perlu diwaspadai yaitu Kepulauan Mentawai, Selat Sunda, Selatan Bali, Sulawesi Utara, Laut Maluku, Utara Papua, Laut Banda, Sesar Lembang (Jabar), Sesar Matano (Sulteng), Sesar Sorong (Papua Barat), Sesar Segmen (Aceh).
“Aman tidak aman itu relatif karena kita berada di zona aktif, wilayah kita banyak wilayah gempa sehingga yang perlu kita perkuat adalah bagaimana kita beradaptasi dengan lingkungan kita. Apa yang harus kita lakukan yaitu seperti pelatihan evakuasi, banyak sosialisasi-sosialisasi yang harus dilakukan terkait bencana. Kita harus bisa beradaptasi berada di zona rentan terhadap gempa, jangan panik tetap tenang dan selalu waspada” ujar Deputi Bidang Geofisika Dr Muhamad Sadly.





Komentar tentang post