Sabtu, September 12, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Permukaan Air di Laut Kaspia Turun 2 Meter

redaksi
27 April 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Permukaan Air di Laut Kaspia Turun 2 Meter

Laut Kaspia. GAMBAR: GOOGLE

Darilaut – Direktur Eksekutif Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), Inger Andersen, menyoroti risiko yang dihadapi Laut Kaspia.

Kaspia mengalami penurunan permukaan air sekitar dua meter sejak tahun 1990-an. Diproyeksikan penurunan akan berlanjut 8 hingga 21 meter.

Pada Dialog Tingkat Tinggi Menteri tentang Konvensi Teheran, Direktur Eksekutif UNEP mengatakan ini adalah krisis lingkungan dan krisis kemanusiaan.

”Kerusakan di Laut Kaspia mengancam pelabuhan, perikanan, infrastruktur, dan komunitas pesisir – dengan biaya ekonomi yang besar, ancaman terhadap ketahanan pangan, dan potensi pengungsian jutaan orang,” ujar Andersen, mengutip siaran pers UNEP.

Dalam KTT Ekologi Regional perdana, negara-negara Asia Tengah telah bersatu dengan meluncurkan kemitraan regional baru untuk bersama-sama mengatasi ekonomi sirkular dan gletser, serta menetapkan pendekatan umum untuk mendukung keanekaragaman hayati, aksi iklim, dan polusi udara.

Merefleksikan pentingnya Konvensi Teheran, yang telah berlaku sejak tahun 2006 dan didukung oleh UNEP sebagai sekretariatnya, Andersen menggarisbawahi bagaimana Konvensi tersebut dapat membantu negara-negara Kaspia melalui kolaborasi lintas batas.

“Solusi terintegrasi yang melindungi ekosistem, mendukung mata pencaharian, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang adil,” ujarnya.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Asia TengahInger AndersenLaut KaspiaPerubahan IklimUNEP
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Sensus Ekonomi 2026, AMSI – BPS Perkuat Kolaborasi Media

Next Post

Burung Indonesia Promosikan Produk Ramah Lingkungan Berbasis Mangrove di Pohuwato

Postingan Terkait

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

12 September 2026
Kondisi Kualitas Udara di Sumatera dan Kalimantan Tidak Sehat dan Berbahaya

Kondisi Kualitas Udara di Sumatera dan Kalimantan Tidak Sehat dan Berbahaya

12 September 2026

Titik Panas di Kalimantan Barat Menurun

Gunung Anak Krakatau Masih Status Siaga, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Dalam Pencarian

Alur Permohonan Akun SIAKAD UNG Bagi Orang Tua atau Wali

Orang Tua Dapat Memantau Pendidikan Akademik Mahasiswa UNG Melalui Fitur Aplikasi SIAKAD

5 Jurnalis, Pemandu bersama Kapten Kapal dan ABK yang Hilang di Selat Sunda Masih Dalam Pencarian

Copernicus Climate Change Service: Agustus 2026 Bulan Terhangat Secara Global

Next Post
Burung Indonesia Promosikan Produk Ramah Lingkungan Berbasis Mangrove di Pohuwato

Burung Indonesia Promosikan Produk Ramah Lingkungan Berbasis Mangrove di Pohuwato

TERBARU

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

Kondisi Kualitas Udara di Sumatera dan Kalimantan Tidak Sehat dan Berbahaya

Titik Panas di Kalimantan Barat Menurun

Gunung Anak Krakatau Masih Status Siaga, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Dalam Pencarian

Alur Permohonan Akun SIAKAD UNG Bagi Orang Tua atau Wali

Orang Tua Dapat Memantau Pendidikan Akademik Mahasiswa UNG Melalui Fitur Aplikasi SIAKAD

AmsiNews

REKOMENDASI

Ubur-Ubur ini Berpotensi Hidup Abadi di Bumi

Ilmuwan Temukan Paus Pembunuh Misterius Tipe D

Uji Coba Nuklir Telah Dilakukan Lebih Dari 2.000 Kali

Indonesia Penghasil Utama Mutiara Laut Selatan

Badai Tropis Parah Florita, Sejumlah Sekolah di Filipina Diliburkan

Ruang Udara Sulawesi, Maluku Utara Hingga Kalimantan Terdampak Abu Vulkanik Gunung Ruang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.