“Kawasan Asia Tengah yang indah dan beragam menghadapi tantangan signifikan – mulai dari kenaikan suhu yang lebih cepat daripada rata-rata global hingga hilangnya keanekaragaman hayati, degradasi ekosistem pegunungan, dan polusi udara, termasuk badai pasir dan debu. Ini adalah tantangan bersama yang membutuhkan solusi Bersama.”
Menurut Andersen KTT ini menunjukkan bagaimana multilateralisme, yang didorong oleh kerja sama regional yang kuat, dapat membangun ketahanan dan memberikan kemajuan bagi jutaan orang.
Kepala Negara Republik Kazakhstan, Republik Kirgistan, Republik Tajikistan, Turkmenistan, dan Republik Uzbekistan mendukung kemitraan regional baru tentang ekonomi sirkular.
Platform ini akan didukung oleh UNEP dan mengumpulkan komitmen dari lima negara berdasarkan pemahaman bersama tentang sirkularitas untuk kawasan tersebut.
Menurut Bank Dunia, investasi sebesar USD 289 juta untuk sirkularitas di sektor konstruksi Kazakhstan, misalnya, dapat menghasilkan manfaat ekonomi senilai USD 1,3 miliar dan mengurangi emisi gas rumah kaca nasional sebesar 5%.
Platform regional tentang gletser juga diluncurkan pada KTT tersebut, yang mencerminkan urgensi yang semakin meningkat seputar keamanan air.
Gletser menyediakan antara 30 dan 60 persen air tawar Asia Tengah, namun pencairan yang cepat meningkatkan risiko kekeringan, banjir, dan kelangkaan jangka panjang, dengan implikasi bagi pertanian, energi, dan mata pencaharian di wilayah tersebut.




