Teknologi ini dapat mendukung pemuliaan, mutasi, transformasi genetik, pemetaan genetik, genomik dan perbenihan. Teknologi ini dapat dilakukan secara in vivo dan in vitro.
Peneliti ahli madya, Rinda Kirana, mengatakan, selama 17 tahun melaksanakan tugas di Kementerian Pertanian telah ikut berkontribusi pada pendaftaran 17 varietas cabai Kementan. Terdiri dari 13 varietas cabai besar, dua varietas cabai keriting dan dua varietas cabai rawit.
Menurut peneliti ahli madya Rini Rosliani, ada lima kunci untuk menghasilkan cabai optimal yang dikemas dalam satu teknologi produksi lipat ganda cabai yaitu varietas unggul, persemaian sehat, kepadatan populasi, pengelolaan hara dan pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Permasalahan cabai nasional lebih disebabkan oleh adanya serangan organisme pengganggu tanaman terutama pada masa produksi cabai pada bulan-bulan hujan, serangan sangat tinggi, sehingga produksi sangat menurun dan penggunaan pestisida yang berlebih, kata peneliti ahli madya lainnya, Bagus Kukuh Udiarto yang membawakan materi “Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Ramah Lingkungan untuk Menjawab Permasalahan Cabai Nasional.”





Komentar tentang post