Peneliti BRIN Yudawati menambahkan bahwa kajian kondisi terumbu karang masa lampau juga penting untuk mendukung konservasi. Data jangka panjang mengenai perubahan ekosistem dalam skala ruang dan waktu geologi akan membantu memahami kemampuan adaptasi terumbu karang terhadap perubahan lingkungan dan iklim.
BRIN) memperkenalkan pendekatan baru dalam restorasi terumbu karang yang tidak hanya berfokus pada peningkatan tutupan karang, tetapi juga pada pemulihan fungsi ekosistem secara menyeluruh.
Pendekatan ini mampu menghasilkan ekosistem laut yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan dalam menghadapi perubahan iklim.
Gagasan tersebut disampaikan dalam Coffee Morning yang diselenggarakan PRIMA BRIN, secara daring pada Jumat (10/7).
Forum ilmiah rutin ini menjadi wadah bagi para peneliti untuk berbagi hasil riset dan memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan ekosistem pesisir berbasis sains.
Melalui Coffee Morning, PRIMA BRIN terus memperkuat budaya berbagi pengetahuan serta kolaborasi dengan peneliti nasional dan internasional. Forum ini diharapkan dapat mempercepat diseminasi hasil riset sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan berbasis sains guna meningkatkan ketahanan ekosistem pesisir Indonesia.




