Sekretaris Jenderal mengatakan dirinya melihat harapan di negara-negara berkembang yang memperjuangkan keadilan keuangan dan iklim, dan pada para ilmuwan dan inovator yang membuka jalan baru bagi umat manusia.
Guterres mengatakan bahwa Pakta untuk Masa Depan, yang diadopsi September lalu oleh Negara-negara Anggota PBB, adalah dorongan baru untuk membangun perdamaian melalui perlucutan senjata dan pencegahan.
Tujuan lainnya termasuk mereformasi sistem keuangan global, mendorong lebih banyak peluang bagi perempuan dan pemuda, dan memastikan bahwa teknologi “menempatkan orang di atas keuntungan dan hak atas algoritma yang melarikan diri”.
Guterres menggarisbawahi perlunya selalu berpegang teguh pada nilai-nilai dan prinsip yang diabadikan oleh hak asasi manusia, hukum internasional, dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Bangsa-bangsa Bersatu
Sekretaris Jenderal menyimpulkan tidak ada jaminan untuk apa yang akan terjadi di tahun 2025.
Guterres berjanji untuk berdiri bersama semua orang yang bekerja untuk menempa masa depan yang lebih damai, setara, stabil dan sehat bagi semua orang.
“Bersama-sama, kita bisa menjadikan tahun 2025 sebagai awal yang baru,” ujarnya. “Bukan sebagai dunia yang terbagi. Tapi sebagai bangsa-bangsa yang bersatu.”




