Jumat, Agustus 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Petisi untuk Mengakhiri Perburuan Paus dan Lumba-lumba di Kepulauan Faroe

redaksi
21 Februari 2022
Kategori : Berita, Orca
0
Terbesar di Dunia, 1428 Lumba-lumba Dibantai di Kepulauan Faroe

Bangkai lumba-lumba Atlantik (Atlantic White-Sided Dolphins) yang tergeletak di pantai Pulau Eysturoy setelah dibantai warga Kepulauan Faroe. Lumba-lumba ini bagian dari jumlag 1.428 yang dibantai. FOTO: SEA SHEPHERD

Sekelompok paus dan lumba-lumba dipandu oleh perahu dan jetski menuju pantai, di mana kelompok-kelompok termasuk anak-anak menunggu dengan pisau yang siap untuk membunuh mereka.

Diperlukan waktu lebih dari 20 menit bagi hewan untuk mati, dan paus serta lumba-lumba menanggung kengerian melihat kerabat mereka terbunuh di depan mereka.

Sea Shepherd adalah kelompok aktivis yang menentang grindadrap sejak 1983. Kemudian, tahun 2016 Sea Shepherd UK meluncurkan ‘Operasi Bloody Fjords‘ dengan tim darat yang dikirim ke pulau-pulau setiap tahun untuk menyelidiki, mendokumentasikan, dan mengekspos perburuan tersebut kepada dunia agar orang Faroe menghentikan grindadrap.

Halaman 4 dari 4
Sebelumnya1...34
Tags: FaroeInggrisLumba-lumbaPerburuan PausSea Shepherd
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Kapal Dompeng Terbalik Saat Tarik Trol Udang di Nunukan

Next Post

Hiu Belimbing, Kerabat Dekat Hiu Paus yang Tidak Berbahaya Bagi Manusia

Postingan Terkait

5 Orang Tewas dan 558 Hilang di Tibet Akibat Dampak Luar Biasa Bencana Ekosistem Pegunungan Himalaya

5 Orang Tewas dan 558 Hilang di Tibet Akibat Dampak Luar Biasa Bencana Ekosistem Pegunungan Himalaya

28 Agustus 2026
538 Orang Tewas di Nepal Akibat Dampak Luar Biasa Bencana Ekosistem Pegunungan Himalaya

538 Orang Tewas di Nepal Akibat Dampak Luar Biasa Bencana Ekosistem Pegunungan Himalaya

28 Agustus 2026

Ancaman Baru Dari Danau Alami Setelah Runtuhnya Gletser Himalaya di Perbatasan Nepal-Tibet

474 Orang Tewas Akibat Banjir Dahsyat Himalaya di Perbatasan Nepal-Tibet, 1.500 Hilang

Topan Saudel Mendarat di Yuhuan, Pesisir Provinsi Zhejiang

Provinsi Zhejiang Evakuasi Lebih Dari 47 Ribu Awak Kapal Saat Topan Saudel Mendekat

Copernicus Eropa Tampilkan Sebaran Asap di Asia Tenggara Akibat Kebakaran Hutan Dahsyat di Indonesia

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Aliran Lumpur yang Menghantam Pos Lintas Batas Tibet

Next Post
Hiu Belimbing, Kerabat Dekat Hiu Paus yang Tidak Berbahaya Bagi Manusia

Hiu Belimbing, Kerabat Dekat Hiu Paus yang Tidak Berbahaya Bagi Manusia

Komentar tentang post

TERBARU

5 Orang Tewas dan 558 Hilang di Tibet Akibat Dampak Luar Biasa Bencana Ekosistem Pegunungan Himalaya

538 Orang Tewas di Nepal Akibat Dampak Luar Biasa Bencana Ekosistem Pegunungan Himalaya

Ancaman Baru Dari Danau Alami Setelah Runtuhnya Gletser Himalaya di Perbatasan Nepal-Tibet

474 Orang Tewas Akibat Banjir Dahsyat Himalaya di Perbatasan Nepal-Tibet, 1.500 Hilang

Topan Saudel Mendarat di Yuhuan, Pesisir Provinsi Zhejiang

Provinsi Zhejiang Evakuasi Lebih Dari 47 Ribu Awak Kapal Saat Topan Saudel Mendekat

AmsiNews

REKOMENDASI

Pulau Jawa Sentra Komoditas Rajungan Terbesar di Indonesia

Bibit Siklon 96S Membentuk Konfluensi di Bengkulu Hingga Jawa Barat

Pandemi Covid-19, Sampah Medis Menuju Teluk Jakarta Meningkat

Bunga Karang Raksasa, Salvador Dali, di Pulau Dulangka

Kontribusi IPB dalam Pengembangan Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu

Badai Tropis di Laut Andaman Turun Menjadi Depresi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.