“Keberhasilan meraih yang terbaik I merupakan hasil kerja kolaboratif yang kuat, komitmen lapangan yang tidak kenal lelah, serta pendekatan pemberdayaan masyarakat yang kami rancang dan laksanakan dengan sangat matang.”
Ia menyampaikan bahwa program ini tidak hanya melatih kemampuan mahasiswa dalam beraksi di tengah masyarakat, tetapi juga menunjukkan bagaimana ilmu dan kreativitas dapat berdampak nyata ketika dirancang dengan visi yang tepat.
Dewi menilai bahwa Abdidaya Ormawa 2025 menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memperlihatkan inovasi dalam mendukung pembangunan sosial di daerah masing-masing. Keberhasilan timnya, menurutnya, merupakan representasi dari tekad mahasiswa UNG untuk menjadi agen perubahan yang mampu mendampingi dan mengembangkan masyarakat melalui pendekatan berbasis literasi bahasa dan kebudayaan.
Prestasi ini semakin memperkuat posisi UNG sebagai perguruan tinggi yang konsisten dalam menghasilkan program-program unggulan berbasis pemberdayaan. Dengan keberhasilan di Abdidaya Ormawa 2025, UNG sekali lagi menunjukkan kemampuan mahasiswa dan dosennya dalam mengelola program kemahasiswaan secara profesional dan berdampak luas, sekaligus membuktikan bahwa kualitas program pemberdayaan kampus dapat menjadi standar nasional.




