Jumat, November 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Prof. Fitryane: Lahan Sangat Kritis di Provinsi Gorontalo Melonjak Empat Kali Lipat

redaksi
30 Juni 2025
Kategori : Berita
0
Prof. Fitryane: Lahan Sangat Kritis di Provinsi Gorontalo Melonjak Empat Kali Lipat

Prof. Dr. Fitryane Lihawa. FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Luas lahan sangat kritis di Provinsi Gorontalo melonjak hampir empat kali lipat dari 65.414 hektare pada tahun 2004 menjadi 259.483 hektare tahun 2020.

Hal ini dikatakan Prof. Dr. Fitryane Lihawa yang membawakan orasi ilmiah dengan judul ”Dari Lahan Kritis ke Harapan Baru: Menggugah Peran Sosial-Ekonomi Masyarakat dalam Pemulihan Daerah Aliran Sungai” dalam sidang senat terbuka pengukuhan guru besar Universitas Negeri Gorontalo (UNG), yang digelar di gedung auditorium UNG, pada Selasa (24/6).

Kondisi selama 16 tahun tersebut terjadi di seluruh kawasan DAS di Gorontalo, termasuk bagian hulu Danau Limboto.

”Peningkatan ini menunjukkan kerusakan masif akibat alih fungsi hutan dan aktivitas pertanian di lereng curam,” ujar Prof. Fitryane yang juga Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNG.

Sebaran tertinggi lahan sangat kritis, menurut Prof. Fitryane, berada di Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Gorontalo .

”Ini terjadi akibat tekanan pemanfaatan lahan, deforestasi, dan minimnya praktik konservasi,” ujarnya.

Prof. Fitryane mengatakan walaupun wilayahnya relatif kecil, namun tekanan urbanisasi yang tinggi menyebabkan perubahan tutupan lahan menjadi lahan terbangun. Sebagian wilayah di wilayah pinggiran kota berbatasan dengan perbukitan ikut terdampak proses degradasi lahan.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Daerah Aliran SungaiKonservasiLadang JagungLahan KritisProf. Fitryane LihawaUNGUniversitas Negeri Gorontalo
Bagikan27Tweet16KirimKirim
Previous Post

FWI: Indonesia Gagal Hentikan Deforestasi

Next Post

Jagung Hasil Rekayasa Genetika Butuh Modal Besar, Petani Kecil Sulit Mengakses Bibit

Postingan Terkait

KLHK dan IPB University Ujicoba Alat Pengukur Tinggi Gelombang

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

5 November 2026
Peringatan Hari Konservasi di Bontang Mangrove Park

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

5 November 2026

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Next Post
Jagung Hasil Rekayasa Genetika Butuh Modal Besar, Petani Kecil Sulit Mengakses Bibit

Jagung Hasil Rekayasa Genetika Butuh Modal Besar, Petani Kecil Sulit Mengakses Bibit

TERBARU

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

AmsiNews

REKOMENDASI

Apa Saja Kandungan Gizi Pada Teripang

Tekanan Terhadap Lautan Makin Parah: Perusakan Habitat, Over Fishing dan Polusi

Boby Riawan Juara Turnamen Catur Antarmedia di Gorontalo

Dewan Eksekutif Organisasi Meteorologi Bahas Peringatan dini dan Pemantauan Gas Rumah Kaca

Siap Bersaing di Kancah Dunia, UNG Gelar Workshop Global University Rankings System 2025

Blacktip Reef Shark, Hiu yang Dilindungi di Raja Ampat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.