Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, Irhan Hukmaidy, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah ini.
Integrasi Program Somacore dengan kebijakan daerah akan memperkuat posisi Kalimantan Timur tidak hanya sebagai wilayah strategis nasional, “tetapi juga sebagai bagian dari kawasan segitiga karang dunia yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut global,” ujar Irhan saat pertemuan koordinasi antara Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur dengan YKAN, di Samarinda.
Saat ini Pemerintah Indonesia menargetkan pengelolaan efektif 32,5 juta hektare perairan pada 2030 serta perlindungan 97,5 juta hektare atau setara 30 persen dari total perairan Indonesia pada 2045.
Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS) di Kabupaten Berau menjadi salah satu kawasan strategis dalam pencapaian target tersebut, kata Irhan.
Program Somacore diharapkan juga dapat mendukung pencapaian target dengan mengintegrasikan konservasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Program Somacore di Kalimantan Timur akan difokuskan pada pengembangan model pemantauan penyu berbasis masyarakat,” kata Direktur Kebijakan Program Kelautan YKAN, Muhammad Imran Amin.
Selain itu, kata Imran, restorasi ekosistem mangrove yang dikaitkan dengan budi daya perikanan berkelanjutan, serta penguatan kelompok usaha perempuan.




