Saat itu, sebagian penambang telah menyelamatkan diri namun sebagian lain tetap bertahan untuk mendulang pada sisi tumpukan dan sudut galian tanah yang terjal.
Kronologis di lapangan, pengelola mengerahkan 4 ekskavator dengan sistem rilei material sekitar pukul 08.00 pagi. Ekskavator ini diperuntukkan 1 unit untuk penggalian dan lainnya digunakan memindahkan material ke talang untuk diolah.
Sebanyak 100 orang melakukan penambangan ke lubang galian. Pada sore hari, para penambang terus berdatangan.
Hasil emas di lubang galian tersebut cukup banyak, sehingga warga berhimpitan untuk mendapatkan material dengan diameter yang relatif tidak terlalu besar.
Sekira pukul 18.30 Wita, warga mendulang tertimbun tanah tumpukan material yang berada pada sudut galian yang terjal dengan ketinggian material mencapai sekitar 20 meter. Diperkirakan 30 orang tidak bisa menghindar dan terjatuh saat akan menyelamatkan diri.
Berdasarkan laporan petugas di lapangan, 30 orang tertimbun dan belum dapat dievakuasi. Hal tersebut disebabkan galian lubang yang cukup dalam.
Di samping itu, air yang berada di lubang galian cukup besar dan tanah tumpukan material yang berada di lokasi kejadian.
Penambang yang berhasil dievakuasi segera diantar menuju Puskesmas Ampibabo. Selanjutnya, warga meninggal dunia telah dibawa ke keluarga korban.





Komentar tentang post