Setiap program juga harus dirancang dan dilaksanakan berdasarkan kondisi nyata masyarakat, bukan sekadar mengejar penyelesaian kegiatan.
“Jangan bekerja sendiri. Jika menghadapi persoalan atau membutuhkan arahan, segera berkoordinasi dengan DPL maupun LPPM,” ujar Prof. Eduart.
”Program yang dijalankan harus tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masyarakat di lokasi KKN.”
Lebih dari sekadar menjalankan program, Rektor mengingatkan bahwa setiap mahasiswa KKN merupakan representasi UNG di tengah masyarakat. Sikap dan perilaku mahasiswa selama berada di desa akan turut menentukan bagaimana masyarakat memandang almamater.
Mahasiswa diminta menjaga etika, tutur kata, perilaku, serta menghormati masyarakat dan kearifan lokal yang berlaku di masing-masing wilayah.
“Jaga nama baik almamater. Etika, tutur kata, perilaku, dan kemampuan menghargai masyarakat merupakan bagian penting dari pengabdian. Ingat bahwa selama berada di lokasi KKN, saudara-saudara adalah representasi UNG,” ujarnya.
Rektor mengingatkan mahasiswa untuk tidak menjadikan KKN sebagai formalitas yang membebani. Sebaliknya, masa pengabdian harus dijalani dengan kegembiraan, semangat, dan rasa tanggung jawab.
“Jalani KKN dengan penuh tanggung jawab, jaga nama baik almamater, dan manfaatkan kesempatan ini untuk belajar serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesan Rektor.




