Seperti di Desa Olele, tidak ada pangkalan atau pengecer yang menjual LPG. Untuk mendapatkan LPG tersebut, Loyan harus ke desa tetangga yang jaraknya lebih kurang 3,5 kilometer.
Pangkalan LPG ini berada di Desa Tolotio, Kecamatan Bone Pantai, Bone Bolango. Selain jarak, faktor geografis yang harus dilalui ke Tolotio melalui jalanan yang menanjak dan tikungan tajam.
Faktor ini yang menjadi kendala dan sangat mempengaruhi nelayan yang akan membeli LPG.
Bila tiba dari melaut di malam hari, tidak mungkin nelayan akan langsung ke desa tetangga yang menjual LPG. Apalagi bila dini hari sudah harus kembali melaut.

Biasanya, untuk nelayan yang tiba malam hari dan esok paginya langsung melaut, akan menggunakan bensin premium. Karena bensin eceran dijual di Olele.
“Saya membeli bensin bila LPG kosong atau tiba malam dan akan melaut lagi pagi hari,” kata Loyan.
Setiap kali melaut, Loyan rata-rata mendapatkan 1 atau 2 ekor tuna sirip kuning. Saat ini harga tuna yang dibeli langsung di Olele Rp 40 ribu per kg.
Sebagai nelayan yang spesialis menangkap ikan tuna sirip kuning di perairan Teluk Tomini, sudah tiga tahun ini Loyan menggunakan LPG.
Tidak ada hambatan yang berarti dalam mengoperasikan perahu katinting dengan bahan bakar gas.
“Pakai LPG lebih irit, bagus,” ujar Loyan.





Komentar tentang post