“Misalnya dengan membuat konten video yang nanti bisa diunggah di media sosial. Selain itu, bisa juga dengan membuat aplikasi pendukung lainnya sampai penerapan pembayaran berbasis digital. Dengan Internet yang cepat, perangkat digital yang lengkap, video dan foto wisata menarik, ditambah narasi berupa tulisan dan audio yang baik terkait situasi objek wisata yang bersih, tentunya akan menarik minat wisatawan,” ujar Sandiaga.
Dalam diskusi bertajuk Digitalisasi Pariwisata Karimunjawa yang digelar AMSI itu, juga turut hadir Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, sebagai narasumber. Selain Sandiaga dan Taj Yasin, hadir juga Bupati Jepara, Dian Kristandi; Kepala Bidang Tata Usaha Balai Taman Nasional Karimunjawa, Sutris Hariyanto; dan pengamat pariwisata; Astrid Widayani.
Menurut Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, berbagai upaya telah dilakukan Pemprov Jateng dalam mempromosikan wisata di Karimunjawa, salah satunya melalui program Jateng on the Spot. Melalui program tersebut, Pemprov Jateng menggandeng beberapa influencer maupun blogger untuk mempromosikan Karimunjawa secara digital.
“Memang perlu effort lebih dalam mempromosikan pariwisata, tak terkecuali di Karimunjawa. Kita harus narsis untuk mempromosikannya, lalu diupload ke medsos seperti Youtube dan lain-lain. Itu sudah kita lakukan melalui Jateng on the Spot. Tidak hanya itu, kita juga memanfaatkan media-media promosi di luar negeri terkait potensi wisata Jateng,” ujar Taj Yasin.





Komentar tentang post