“Mendesain ulang lanskap perkotaan dengan lebih banyak vegetasi dan air serta menerapkan strategi pendinginan pasif untuk meningkatkan kinerja termal dan mengurangi konsumsi energi di gedung-gedung adalah kunci untuk membuat kota lebih tahan terhadap gelombang panas,” kata kepala Unit Kota di UNEP, Jonathan Duwyn.
UNEP telah lama memperjuangkan solusi berkelanjutan untuk pendinginan daerah perkotaan, bekerja sama dengan kota-kota di India,
Vietnam dan Kamboja untuk mengembangkan strategi pendinginan yang ramah lingkungan dan mendukung sistem pendinginan tingkat distrik di negara-negara seperti Mesir.
Sektor bangunan dan konstruksi dianggap sebagai kunci untuk mencapai target mitigasi dan adaptasi iklim yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris pada tahun 2050.
Menjaga kota pada suhu yang layak huni sambil menghadapi krisis iklim adalah salah satu masalah terbesar yang dihadapi pemerintah.
Dari trotoar yang sejuk di Tokyo hingga atap ramah lingkungan di Toronto, kota-kota di seluruh dunia bereksperimen dengan cara-cara baru dan berkelanjutan untuk tetap sejuk.
Sementara itu, di ibu kota Yunani, Athena—yang dilanda kekeringan parah dan suhu yang terus meningkat—para pejabat kota sedang merenovasi saluran air bersejarah yang berasal dari era Romawi untuk mengairi koridor hijau kota.





Komentar tentang post