Darilaut – Siklon Tropis Bakung yang sedikit menguat menjadi badai kategori 2, kembali melemah di barat Kepulauan Cocos (Keeling), Samudra Hindia, pada Kamis (18/12).
Bakung terletak 446 km di sebelah barat Kepulauan Cocos, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC). Sistem ini selama enam jam terakhir telah bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 4 km per jam (2 knot).
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 5,5 meter (18 kaki), kata JTWC.
Bakung telah berhenti mengalami intensifikasi cepat dan menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
Biro Meteorologi Australia (BOM) mengatakan Siklon Tropis Bakung melemah di Samudra Hindia menjauh dari Kepulauan Cocos (Keeling).
Angin kencang di dekat pusat badai mencapai 85 kilometer per jam dengan hembusan angin hingga 120 kilometer per jam, kata BOM.
Bakung bergerak ke barat dengan kecepatan 11 kilometer per jam. Sistem ini diperkirakan akan melemah di bawah intensitas siklon tropis pada Kamis pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa siklon tropis Bakung memberikan dampak tidak langsung di wilayah perairan Indonesia, hingga 18 Desember 2025 pukul 19.00 WIB.
Dampak terhadap perairan wilayah di Indonesia, berupa tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter (kategori sedang) di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung dan Selat Sunda bagian selatan.




