Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di Perairan Riau, Perairan Kepulauan Karimun, Perairan Kepulauan Batam – Bintan – Lingga, Perairan utara Pulau Bangka – Belitung, Perairan Kalimantan Barat, Selat Karimata bagian utara, Laut Natuna, dan Perairan Kepulauan Anambas.
Sistem ini terbentuk di Selat Malaka, kemudian mendarat di dekat Kota Langsa, Aceh, pada Rabu (26/11), dengan membawa hujan lebat dan angin kencang. Badai Senyar berbelok ke selatan dan tenggara melintasi daratan Sumatera Utara.
Senyar meninggalkan jejak kehancuran di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat dan kembali ke Selat Malaka menuju pendaratan di pantai barat Malaysia. Sejumlah wilayah di tiga provinsi diterjang banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem yang dibawa badai Senyar.
Berdasarkan data BMKG, pada Jumat (28/11) pukul 13.00 WIB dan analisis citra satelit terbaru jam 18.30 WIB, pusat sirkulasi sisa (eks) Siklon Tropis Senyar terdeteksi di sekitar 4.3°LU 104.0°BT di sekitar Laut Cina Selatan sebelah barat Tarempa.

Sistem mengemas kecepatan angin maksimum 55 km per jam (30 knot) yang terpantau di kuadran tenggara hingga selatan sistem dan tekanan minimum sekitar 1006 hPa (hektopaskal), kata BMKG.
BMKG mengatakan eks Siklon Tropis Senyar saat ini masih berada Laut Cina Selatan dengan kondisi masih cukup lembab, vortisitas masih mendukung walaupun menunjukkan persebaran spasial yang cukup luas.




