Bagaimana melawan AI dan memperkuat jurnalis, menurut Damar, dengan mengajarkan storytelling, dimulai dari pendidikan dasar. Jadi lebih banyak yang bercerita, sekarang lebih banyak yang mendengar.
Damar menceritakan ada senator di Amerika Serikat (AS) meminta perlombaan AI sebaiknya dihentikan dan dilakukan moratorium.
Alasan pertama, siapa paling banyak mendapat manfaat dari perlombaan AI. Hanya para pemilik teknologi AI yang dimiliki segelintir orang.
Damar yang juga konsultan eksternal untuk Badan Kecerdasan Artifisial Sekretariat Jendral PBB (UNSG Artificial Intelligence Advisory Board) di New York, mengatakan, ada banyak persoalan yang perlu dibenahi sebelum bicara pemanfaatan AI. ”Mungkin hanya 1 persen yang diuntungkan,” ujarnya.
Damar mempertanyakan apakah banyak orang mendapatkan manfaat dari keberadaan AI, terutama media berita. Apakah media mendapatkan untung dari AI. Orang sekarang mencari berita tidak lagi lagi klik medianya.
Pencarian melalui mesin Google dan platform AI lainnya, tidak lagi langsung ke link situs media berita. Di mesin tersebut sudah ada ringkasan yang dibuat oleh AI.
Kondisi ini telah berdampak pada ”penurunan secara global jumlah kunjungan” ke situs web berita. ”Untuk media di Indonesia kunjungan berkurang 40 persen. Artinya, uang yang hilang 40 persen,” ujarnya.




