Frekuensi kunjungan kapal perikanan juga terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2018, tercatat 1.164 kunjungan kapal di PPN Merauke. Jumlah ini meningkat 4 persen dari tahun 2017 yang tercatat 1.117 kunjungan kapal.
Sebanyak 41 persen dari total kunjungan tersebut atau 483 kunjungan kapal merupakan kapal-kapal berukuran >30 GT.
“Sementara itu, per Juli 2019, jumlah kunjungan kapal sudah mencapai 691 kali atau 59 persen dari total kunjungan pada tahun 2018. Diperkirakan tren positif ini akan berlanjut dan melampaui pencapaian di tahun 2018,” kata Zulficar.
Lebih lanjut, kata Zulficar, Merauke memiliki potensi sumber daya alam yang strategis untuk menyokong pasar perikanan nasional. Perairan Papua dan Merauke pada khususnya, dikaruniai dengan ekosistem perairan tropis yang memiliki karakteristik dinamika sumber daya perairan yang luar biasa, termasuk di dalamnya sumber daya ikan yang tinggi.
Untuk itulah SKPT Merauke hadir untuk mengembangkan sektor perikanan di Indonesia Timur. Sumber daya ikan yang melimpah tersebut, tentu saja harus dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan nelayan.
Ke depan, SKPT semakin menjadi pelecut pengembangan ekonomi kawasan dengan sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak utamanya.*





Komentar tentang post