“Tadi pagi kami sudah mendapat update dari Prof Amin Subandrio, Kepala Eijkman, mengenai analisa dari 3 WGS yang dikirim ke Indonesia. Sejauh ini, dari informasi GISAID, ada tiga tipe COVID-19 yang ada di dunia, ada tipe S, tipe G, dan tipe V,” kata Bambang.
Menurut Bambang, di luar tiga tipe itu ada yang disebut sebagai tipe lain, yang belum teridentifikasi. Ternyata whole genome sequences yang dikirim Indonesia termasuk kategori yang lainnya.
Virus Corona di Indonesia Bermutasi
Perbedaan tipe virus corona di Indonesia bukan tanpa alasan. Menurut penjelasan Kepala Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Amin Soebandrio, hal ini bisa terjadi karena adanya mutasi.
Mutasi suatu hal yang biasa terjadi dalam kehidupan virus sebagai cara untuk mereka bertahan.
“Semua virus itu sudah mutasi, karena kalau tidak bermutasi maka tidak berbeda,” kata Amin seperti dikutip dari Detik.com.
Hal serupa juga diungkapkan oleh dr. Devia Irine Putri. Banyak faktor yang menyebabkan virus bermutasi. Hanya pemeriksaan PCR yang bisa mengecek virus bermutasi atau tidak.
“Mungkin saja bermutasi. Banyak faktor yang menyebabkan virus corona bermutasi, bisa untuk bertahan diri, entah dari faktor tubuh penderitanya atau dari faktor lingkungan,” kata Devia kepada KlikDokter.





Komentar tentang post