Minggu, September 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Sungguh Menakjubkan Struktur Terumbu Karang Raksasa di Australia

redaksi
30 Oktober 2020
Kategori : Berita, Eksplorasi
0
Sungguh Menakjubkan Struktur Terumbu Karang Raksasa di Australia

Rekaman gambar biota laut di kedalaman 73 meter. SCHMIDT OCEAN/YOUTUBE

Hal ini juga terlihat di kedalaman 94 dan 73 meter. Selanjutnya di puncak terumbu kedalaman 46 dan 49 meter, robot bawah air merekam berbagai jenis karang dan ikan, termasuk spesies hiu.

Melalui penyelaman ini, tim ilmuwan merekam dan mengambil sampel sejumlah biota laut dan struktur yang membangun terumbu tersebut.

Semenanjung Cape York terletak paling utara di Taman Laut Great Barrier Reef. Kawasan ini termasuk salah satu daerah paling terisolasi di benua Australia.

Sedikit yang diketahui tentang apa yang ada di perairan lepas pantai dan dasar perairan yang lebih dalam.

Para ilmuwan menganggap dasar perairan yang lebih dalam ini sebagai batas Great Barrier Reef.

Hasil pemetaan bawah laut menunjukkan terdapat ngarai laut dalam yang kompleks, longsoran besar dan terumbu karang mesofotik yang muncul dari kedalaman 500 meter di bawah permukaan laut.

Namun, yang masih menjadi pertanyaan mengapa ada terumbu karang lepas dan struktur ngarai laut dalam di kawasan tersebut.

Dalam siaran pers Schmidt Ocean Institute, Senin 26 Oktober 2020, terumbu karang ini pertama kali ditemukan pada 20 Oktober.

Saat itu, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Dr Robin Beaman dari Universitas James Cook melakukan pemetaan bawah air di dasar laut Great Barrier Reef bagian utara.

Halaman 2 dari 5
Sebelumnya123...5Selanjutnya
Tags: AustraliaSchmidt Ocean InstituteTerumbu Karang
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

Misteri Terumbu Karang Raksasa di Australia

Next Post

Siklon Tropis Goni Mulai Tumbuh di Samudera Pasifik

Postingan Terkait

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

6 September 2026
4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

6 September 2026

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Next Post
Siklon Tropis Goni Mulai Tumbuh di Samudera Pasifik

Siklon Tropis Goni Mulai Tumbuh di Samudera Pasifik

Komentar tentang post

TERBARU

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

AmsiNews

REKOMENDASI

Program Agribisnis Perikanan UNG Perkuat Transformasi Akademik

Melihat Ekspor Perikanan Indonesia – Ukraina

Dunia Menghadapi Krisis Iklim, Hilangnya Keanekaragaman Hayati dan Ketidakstabilan Keuangan

Sinyal “Ping” Black Box di Kedalaman 30 Meter

Pengalaman Gue Ngeliat Langsung Gimana Nelayan Pesisir Kita Pakai Digital

Suhu Makin Meningkat di Kawasan Arab, Air Langka

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.