Sebanyak 66,7% subjek menunjukkan hiperglikemia berat, sementara mayoritas ulkus berada pada derajat sedang (46,7%) dan berat (33,3%).
Temuan ini mengonfirmasi peran keratopati diabetik sebagai faktor risiko utama, didukung uji Fisher-Freeman-Halton Exact (p=0,014). Meskipun demikian, keterbatasan mencakup ukuran sampel kecil (n=30) yang menyebabkan confidence interval lebar, desain cross-sectional yang membatasi inferensi kausal, serta ketergantungan data rekam medis tanpa informasi HbA1c atau durasi DM.
Secara praktis, hasil ini mendorong kontrol glikemik ketat, skrining mata rutin pada penderita DM, dan edukasi pola makan rendah indeks glikemik di wilayah Gorontalo guna mencegah komplikasi okular berat.
Penelitian dilakukan di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe dan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie terhadap 30 pasien. Mayoritas pasien mengalami ulkus kornea dengan tingkat keparahan sedang hingga berat.




