Kamis, Juni 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ternyata Bulan Pernah Menghilang di Langit Malam Tanpa Jejak

redaksi
21 April 2022
Kategori : Berita
0
Sabtu Dinihari Gerhana Bulan Penumbra, Selama 3 Jam 18 Menit

Bulan Purnama. FOTO: DARILAUT.ID

Sekitar 800 tahun setelah itu terjadi. Chambers menetapkan tanggal gerhana terjadi pada 5 Mei, di masa pemerintahan Henry I.

“Totalitas terjadi sebelum tengah malam,” tulis Chambers tentang menghilangnya bulan dari langit malam, seperti dikutip dari AccuWeather.

“Jelas bahwa ini adalah contoh gerhana ‘hitam’ ketika bulan menjadi sangat tidak terlihat alih-alih bersinar dengan rona tembaga yang sudah dikenal.”

Tapi benarkah itu yang terjadi?

Menemukan akar ketidakhadiran Bulan menjadi karya studi tahun 2020 di jurnal Scientific Reports, yang mengarah pada jawaban yang lebih kompleks daripada yang diperkirakan semula.

Kesimpulan yang disepakati sebelumnya adalah bahwa letusan di Gunung Hekla di Islandia adalah biang keladinya.

Hekla, yang terletak di ujung selatan Islandia, disebut sebagai “Gerbang ke Neraka” oleh orang Eropa selama Abad Pertengahan karena sering terjadi letusan.

Ketika letusan terjadi di Hekla pada 15 Oktober 1104, partikel belerang diluncurkan ke stratosfer.

Selama bertahun-tahun, peristiwa ini dianggap sebagai katalis untuk menghilangnya Bulan secara nyata.

Sebuah studi Scientific Reports yang dipimpin oleh tim dari Universitas Jenewa di Swiss, mulai mengungkap informasi baru tentang keberadaan Bulan tersebut.

Untuk melihat apakah letusan Hekla adalah satu-satunya penyebab hilang bulan, para peneliti menganalisis inti es dari Islandia dan Antartika. Tim akhirnya menentukan bahwa tanggal letusan Hekla tidak sejalan dengan garis waktu 1110 ketidakhadiran Bulan.

Halaman 3 dari 5
Sebelumnya12345Selanjutnya
Tags: AstronomiBulanBulan Menghilang
Bagikan19Tweet11KirimKirim
Previous Post

Ambon Ekspor Kerapu Hidup ke Hongkong

Next Post

Fenomena Langit Akhir April, Bulan dan 4 Planet Terlihat Sejajar

Postingan Terkait

Gempa Dahsyat Beruntun M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 164 Orang Tewas

Gempa Dahsyat Beruntun M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 164 Orang Tewas

25 Juni 2026
Krisis Selat Hormuz, PBB: Pembersihan Ranjau Darat Saja Sulit Apalagi di Laut

Risiko Ranjau Laut di Selat Hormuz

25 Juni 2026

Testimoni Seorang Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz

IMO Rencana Evakuasi Lebih Dari 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz

UNG Rintis Program Kuliah 5 Tahun Dapat Gelar Sarjana dan Magister Sekaligus

Tiga Spesies Baru Kantong Semar di Sulawesi dan Papua Memperkaya Daftar Flora Indonesia

Indonesia Rumah Bagi 83 Kantong Semar, 6 Spesies Kategori Kritis

Gempa Sulawesi Tengah Membentuk Bendung Alami

Next Post
Fenomena Langit Akhir April, Bulan dan 4 Planet Terlihat Sejajar

Fenomena Langit Akhir April, Bulan dan 4 Planet Terlihat Sejajar

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Dahsyat Beruntun M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 164 Orang Tewas

Risiko Ranjau Laut di Selat Hormuz

Testimoni Seorang Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz

IMO Rencana Evakuasi Lebih Dari 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz

UNG Rintis Program Kuliah 5 Tahun Dapat Gelar Sarjana dan Magister Sekaligus

Tiga Spesies Baru Kantong Semar di Sulawesi dan Papua Memperkaya Daftar Flora Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Rekonsiliasi Klasifikasi Kapal Berbendera Indonesia

Melissa Badai Atlantik Terkuat yang Menghancurkan Jamaika dan Kepulauan Karibia, Sedikitnya 50 Orang Tewas

Topan Yinxing Bergerak Menuju Laut Cina Selatan

Penghargaan Organisasi Maritim Internasional untuk Keberanian Luar Biasa di Laut

13 Kecamatan Diterjang Tsunami di Pandeglang, 267 Meninggal Dunia

AMSI Gorontalo dan Sumatera Utara Gelar Pelatihan Jurnalistik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.