Kamis, Juni 4, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Badan Geologi Launching Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia

redaksi
10 Oktober 2019
Kategori : Berita
0
Badan Geologi Launching Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia

Likuefaksi di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 28 September 2018. FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) launching “Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia” di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (9/10).

Atlas tersebut selain dijadikan pedoman pembuatan rencana tata ruang juga menjadi referensi dalam menjawab pertanyaan masyarakat akan keamanan daerah yang mereka tinggali.

Atlas ini diluncurkan setahun pascagempabumi dan likuefaksi Palu. Peta mencantumkan tiga kategori untuk zona kerentanan likuefaksi. Satu zona kerentanan likuefaksi tinggi (merah), sedang (sedang) dan zona kerentanan likuefaksi rendah (hijau).

Zona merah atau zona kerentanan likuefaksi tinggi menujukkan wilayah ini dapat mengalami likuefaksi secara merata, struktur tanah umumnya akan rusak parah hingga hancur. Tipe kerusakan struktur tanah yang terjadi berupa likuefaksi aliran (flow likuefaction), pergeseran literal, penurunan tanah dan semburan pasir.

Menurut Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar, zona merah meski berpotensi terjadinya empat jenis likuefaksi, namun masih bisa didiami oleh masyarakat dengan beberapa persyaratan.

“Zona merah itu bukan berarti tidak bisa dibangun, tidak boleh dihuni, tetapi justru zona merah itu harus berhati-hati karena memiliki potensi likuefaksi yang tinggi berdasarkan empat jenis likuefaksi dan empat jenis likuefaksi ini akan muncul di zona merah,” kata Rudy.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Badan GeologiESDMLikuefaksilikuifaksiPalu
Bagikan9Tweet3KirimKirim
Previous Post

TNI Angkatan Laut Amankan Kapal Singapura Lego Jangkar Tanpa Izin

Next Post

Lego Jangkar Tanpa Izin, TNI Angkatan Laut Kembali Amankan Kapal Panama

Postingan Terkait

Masa Peralihan Musim, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah di Provinsi Gorontalo

Masa Peralihan Musim, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah di Provinsi Gorontalo

4 Juni 2026
Tim Mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya UNG Raih Berbagai Prestasi Kompetisi Kreatif Internasional

Tim Mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya UNG Raih Berbagai Prestasi Kompetisi Kreatif Internasional

4 Juni 2026

Bawa Hujan Lebat di Tokyo, Topan Jangmi Menjadi Siklon ekstratropis di Samudra Pasifik

Analisis NASA: Topan Jangmi Memiliki Diameter Ujung Spektrum yang Lebih Besar

Banjir dan Longsor Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

Tiga Paus Sperma Terlihat di Teluk Manado

Dampak Khas Peristiwa El Niño

Topan Jangmi Mendarat di Wakayama, Jepang

Next Post
Lego Jangkar Tanpa Izin, TNI Angkatan Laut Kembali Amankan Kapal Panama

Lego Jangkar Tanpa Izin, TNI Angkatan Laut Kembali Amankan Kapal Panama

Komentar tentang post

TERBARU

Masa Peralihan Musim, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah di Provinsi Gorontalo

UNG Perkuat Tata Kelola Administrasi

Tim Mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya UNG Raih Berbagai Prestasi Kompetisi Kreatif Internasional

Bawa Hujan Lebat di Tokyo, Topan Jangmi Menjadi Siklon ekstratropis di Samudra Pasifik

Analisis NASA: Topan Jangmi Memiliki Diameter Ujung Spektrum yang Lebih Besar

Banjir dan Longsor Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

AmsiNews

REKOMENDASI

Lulus SNBP Calon Mahasiswa Tidak Dapat Mengikuti Jalur SNBT dan Mandiri

AMSI dan RSF Luncurkan Journalism Trust Initiative

Kapal Mentari Selaras Terbakar di Perairan Sumba Timur

Mitigasi Penyebaran Cacar Monyet di Indonesia

KPU Kabupaten Gorontalo Evaluasi Pelaporan Aplikasi e-Coklit Pilkada Serentak 2024

KPU Kabupaten Gorut Melaksanakan Bimtek Pengelolaan Hibah Pilkada 2024

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.