Menurut Alim, penggunaan bio-informatik untuk memelajari sisitem kekebalan ikan dan menemukan teknologi pengendalian penyakit perlu digalakkan.
Pemanfaatan sumber daya akuatik Indonesia, baik mikroorganise maupun makroorganisme di perairan tawar maupun laut perlu lebih intensif dengan penerapan bioteknologi, kata Alim.
Langkah tersebut penting dilakukan untuk meningkatkan inovasi immunostimulan, probiotik, prebiotik, sinbiotik, posbiotik, vaksin, mikrobiom, aplikasi quorum quensing, dan pakan fungsional.
Alim yang juga Ketua Departemen Perikanan menjelaskan dalam pidato pengukuhan berjudul “Imunologi untuk Mendukung Pengelolaan Kesehatan Ikan pada Akuakultur.”
Akuakultur insentif akan berkembang semakin cepat di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia sebagai bentuk respons terhadap peningkatan produk perikanan.
Namun, di sisi lain, kuantitas produk perikanan hasil tangkap mengalami stagnasi bahkan cenderung menurun.
Pengembangan vaksin ikan, kata Alim, perlu memanfaatkan konsep-konsep baru seperti virus-like partikel, gene editing, vakisn DNA/RNA, dan reverse genetic vaccine.
Produk hasil inovasi tersebut diharapkan bisa menggantikan antibiotik untuk pengendalian penyakit ikan yang ramah lingkungan.





Komentar tentang post