Menurut Fasilitator DFW-Indonesia Muh Syukri, pola budidaya rumput laut oleh kelompok di desa Lermatang kini makin baik.
“kelas kelompok ini telah meningkat dari pemula menjadi kelompok madya, yang berarti kapasitas berkelompok telah makin baik” kata Syukri.
Hal ini dibuktikan dengan terbangunnya secretariat kelompok dan tabungan kelompok pembudidaya di salah satu bank di Saumlaki. “Cuma tantangannya adalah kelompok budidaya rumput laut belum bisa secara mandiri mengorganisasi kegiatan kelompok sehingga masih memerlukan pendampingan” kata Syukri.
Selain itu, kegiatan destruktif masih ditemukan di Lermatang yaitu kegiatan penambangan pasir secara ilegal oleh masyarakat setempat.
Kegiatan ini seperti kurang mendapat pengawasan dari pemerintah setempat. “Kampung lama Lermatang ini cocok dikembangkan menjadi desa wisata dimana pengunjung dapat menikmati panorama pasir putih dan menyaksikan dan belajar tentang kegiatan budidaya rumput laut yang dilakukan oleh warga.” kata Syukri.*





Komentar tentang post