Ini tradisi bukan hanya bagi pelaut Indonesia. Tapi juga pelaut internasional.

“Pembaptisan pelaut pada koordinat 0 derajat Lintang Utara-Lintang Selatan,” kata Gita.
Gita mengatakan, untuk para ABK dan tim ekspedisi, membawa sarung tangan untuk digunakan menarik tali pada layar dan kegunaan lainnya.
Kapal layar menggunakan arus dan angin. Tidak selamanya dalam pelayaran, terdapat arus dan angin yang dapat mendorong kapal.
Pesan lainnya, tim ekspedisi membawa peluit dan berbagai macam bendera.*





Komentar tentang post