Direktur Departemen Darurat di Dignity Health Chandler Regional Medical Center di Phoenix, Erik Mattison, mengenang seorang pejalan kaki berusia 60-an yang dibawa masuk minggu lalu dengan suhu inti tubuh 110 derajat (43,3 C).
“Panas membuat orang sakit. Panas membuat orang mati,” kata Mattison.
“Dan itu bukan hanya orang tua,” ujarnya. “Kami telah melihat atlet profesional jatuh sakit karena panas selama kamp pelatihan.”
“Gelombang panas ini intens dan tak henti-hentinya,” kata Direktur Pusat Ilmu dan Solusi Adaptasi Iklim di Universitas Arizona, Katharine Jacobs.
Para ilmuwan telah lama memperingatkan bahwa perubahan iklim akan membuat gelombang panas lebih sering, lebih intens, dan berlangsung lebih lama.
Para ahli mengatakan Eropa khususnya memanas lebih cepat daripada prediksi banyak model iklim.
Lebih dari 61.000 orang diperkirakan tewas akibat panas di Eropa tahun lalu, dan ada kekhawatiran tahun ini akan terjadi hal serupa.
Sumber: Bbc.com, Nippon Hoso Kyokai/NHK (Nhk.or.jp), dan The Associated Press (apnews.com)





Komentar tentang post