Menurut Prof. Saulo, peralihan dari pendinginan La Nina ke pemanasan El Nino pada pertengahan tahun 2023 jelas tercermin pada kenaikan suhu.
Mengingat El Nino biasanya memiliki dampak terbesar terhadap suhu global setelah mencapai puncaknya, “tahun 2024 bisa menjadi lebih panas lagi,” kata Prof. Saulo.
Prof. Saulo mengingatkan meskipun peristiwa El Nino terjadi secara alami dan datang dan pergi dari tahun ke tahun, perubahan iklim jangka panjang semakin meningkat, “dan hal ini jelas disebabkan oleh aktivitas manusia,” ujarnya.
Krisis iklim memperburuk krisis kesenjangan. Hal ini mempengaruhi semua aspek pembangunan berkelanjutan dan melemahkan upaya untuk mengatasi kemiskinan, kelaparan, kesehatan yang buruk, pengungsian, dan degradasi lingkungan, kata Prof. Saulo yang menjadi Sekretaris Jenderal WMO pada 1 Januari 2024.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan tindakan umat manusia sedang menghanguskan bumi. Tahun 2023 hanyalah pratinjau dari bencana masa depan yang menanti jika kita tidak bertindak sekarang.
“Kita harus merespons kenaikan suhu yang memecahkan rekor dengan tindakan terobosan,” kata Guterres.
“Kita masih bisa menghindari bencana iklim terburuk. Namun hanya jika kita bertindak sekarang dengan ambisi yang diperlukan untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celsius dan mewujudkan keadilan iklim,” katanya dalam sebuah pernyataan.




