Selain daging yang kaya protein, tinta cumi-cumi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Selama ini, di Indonesia, tinta cumi-cumi belum banyak dimanfaatkan. Padahal di dalam tinta cumi-cumi mengandung protein sekitar 10,88 persen.
Tinta cumi-cumi dapat berperan sebagai obat pelindung sel pada pengobatan kanker dengan cara kemoterapi, melalui peningkatan jumlah sel leukosit dan sel nukleat sum-sum tulang, yang jumlahnya menurun akibat penggunaan obat pembunuh sel tumor tersebut.
Melanin dari tinta cumi-cumi mempunyai aktivitas anti tumor dengan menghambat aktivitas plasmin untuk meningkatkan thromboxan dan meningkatkan sistem imun untuk membunuh sel kanker.
Pengembangan sektor perikanan khususnya cumi-cumi di Indonesia diharapkan bukan hanya sekadar bahan baku pangan, melainkan juga dapat diaplikasikan sebagai bahan baku industri biomedik, farmaseutikal, nutraseutikal yang bermanfaat bagi kesehatan.
Sebagai catatan, meski mengandung gizi yang cukup lengkap, sebaiknya tidak memakan cumi-cumi secara berlebihan.
Konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek kurang baik bagi tubuh. Hal ini disebabkan cumi-cumi mengandung kolesterol yang cukup tinggi.
Sumber:
Bambang Sudjoko, Cumi-cumi (Cephalopoda, Moluska) Sebagai Salah Satu Bahan Makanan Dari Laut,
Oseana, Volume XIII, Nomor 3: 97 – 107, 1988.





Komentar tentang post