Cornelis de Houtman kemudian kembali lagi ke Nusantara dengan pelayarannya yang kedua, bersama saudaranya bernama Frederick de Houtman.
Ketika tiba di Aceh, menurut Nontji, de Houtman berselisih dengan pihak Kerajaan Aceh. Perselisihan ini menyebabkan penyelesaiannya diakhiri dengan pertarungan fisik.
Duel satu lawan satu di atas kapal Belanda, menghadapi Laksamana Malahayati, yang juga merupakan pimpinan pasukan inang balee (pasukan perempuan Aceh).
Dengan menghunus rencongnya Laksamana Malahayati bertarung dengan Cornelis de Houtman yang juga menghunus pedangnya.
Pertarungan di geladak kapal Belanda itu terjadi pada tanggal 11 September 1599 berlangsung seru.
Duel ini berakhir dengan tewasnya Cornelis de Houtman di kapalnya sendiri.
Laksamana Malahayati dengan nama lengkapnya Keumalahayati adalah wanita perkasa yang memimpin inang balee yang merupakan pasukan perempuan. Pasukan ini terdiri dari para janda pejuang Aceh.
Pada 6 November 2017, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyematkan gelar Pahlawan Nasional untuk Malahayati.*
Sumber: Anugerah Nontji. Pusparagam Kelautan Nusantara. 2020





Komentar tentang post