Oleh : Dr. Gybert E. Mamuaya (Ketua Local Project Implementation Unit – Marine Science Education Project (LPIU – MSEP) Unsrat 1988-1993)
Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) di Manado menekankan penerapan nilai-nilai kearifan lokal mapalus dalam proses pembelajaran. Di balik kurikulum formal dan silabus tertulis PS Ilmu Kelautan Unsrat, mengalir sebuah “sistem operasi” kultural yang jarang terlihat namun menentukan seluruh pengalaman belajar – tradisi Mapalus Minahasa yang beradaptasi dalam bentuk modern.
Seperti file tersembunyi (hidden file) dalam sistem komputer, Mapalus bekerja di latar belakang, menggerakkan mekanisme kolaborasi yang membuat model pembelajaran cenderung begitu khas. Mapalus merupakan tradisi budaya Minahasa yang melandasi semangat gotong royong dalam masyarakat.
Konsep yang memayungi “membantu satu sama lain” atau gotong royong, tercermin dalam semboyan “Torang samua basudara” (kita semua bersaudara) yang menjiwai perbuatan saling mendukung, membantu, dan melindungi.
Nilai kebersamaan inilah yang diusung oleh program studi sebagai kerangka hidden pembelajaran laut, mengajak mahasiswa untuk bekerja kolaboratif dan bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya laut dan lingkungannya.




