Karena itu, pembenahan politik kaum muda tidak cukup hanya dengan memperbanyak figur muda dalam kontestasi politik. Yang dibutuhkan adalah perubahan struktur politik secara lebih mendasar.
Partai politik harus kembali menjalankan fungsi kaderisasi dan distribusi kepemimpinan. Biaya politik harus ditekan agar kompetisi tidak hanya dimenangkan pemilik modal. Organisasi kepemudaan dan gerakan sosial harus diperkuat agar menjadi ruang pembentukan kapasitas politik jangka panjang.
Pada saat yang sama, anak muda sendiri harus keluar dari budaya politik instan. Politik membutuhkan kerja sosial, konsistensi organisasi, kapasitas intelektual, dan keberanian membangun gagasan. Tanpa itu, generasi muda hanya akan menjadi pelengkap demokrasi elektoral, bukan penggerak perubahan politik.
Masa depan demokrasi Gorontalo tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pemilih muda, tetapi oleh sejauh mana generasi muda dipersiapkan dan mempersiapkan diri untuk mengambil alih tanggung jawab politik secara substantif.




