Pemilu 1955 menunjukkan satu hal yang sering dilupakan dalam membaca politik: kekuatan politik nasional selalu harus diterjemahkan ke dalam bahasa masyarakat lokal. PKI memiliki kekuatan nasional, tetapi di Gorontalo proses penerjemahan itu tidak menghasilkan dukungan elektoral yang berarti. Di situlah angka 0,78 persen menjadi lebih dari sekadar angka; ia menjadi petunjuk untuk membaca bagaimana masyarakat bekerja dalam politik.
Halaman 9 dari 9


