Sementara itu, anakan hiu belimbing (juvenil) memiliki corak yang lebih beragam namun umumnya berwarna coklat dengan pola garis-garis dan bintik putih, sehingga terkadang hiu ini juga dikenal dengan sebutan hiu zebra (Compagno, 2001; Michael, 2001).
Dahl et al. (2019) menyatakan bahwa hiu belimbing memiliki variasi corak tubuh yang beragam namun dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok variasi corak, yaitu corak garis (zebra stripe morph) dan corak pasir (sandy morph).
Masing-masing kelompok variasi corak tersebut memiliki variasi turunan berdasarkan tingkatan umurnya, mulai dari fase anakan (juvenil), fase transisi atau peralihan, dan fase dewasa.
Hiu belimbing dengan tipe corak garis merupakan jenis yang paling umum dijumpai di seluruh daerah sebarannya, sedangkan tipe corak pasir hanya ditemukan di perairan pesisir Kenya, Afrika (Dahl et al., 2019).
Walau memiliki corak tubuh yang sangat beragam, tidak ada perbedaan secara genetis pada hiu belimbing berdasarkan hasil analisa filogenetik yang dilakukan oleh Dahl et al. (2019), yang membandingkan hasil sekuensing DNA dengan menggunakan penanda COI dan ND4, sehingga disimpulkan bahwa hiu belimbing hanya terdiri dari satu jenis saja.
Ukuran tubuh hiu belimbing tergolong ke dalam kelompok ikan hiu yang berukuran sedang. Individu dewasanya dapat mencapai panjang total hingga 235 cm, bahkan diyakini dapat mencapai 354 cm (White et al., 2006).





Komentar tentang post