Spesies Paus Kogia Masih Jarang Diteliti

Paus Kogia terdampar di pantai Pandeglang, Provinsi Banten Kamis (16/1). FOTO: LPSPL SERANG

BELUM banyak yang diketahui tentang spesies paus Kogia. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ditempat lain di dunia.

Jarang yang melakukan penelitian khusus paus Kogia ini. Kalau pun ada hasil penelitian dan laporan, masih terbatas pada kasus-kasus terdampar.

Karena itu, keberadaan paus Kogia masih dengan status kurang data (DD, Data Deficient).

Bila dilihat sepintas, paus Kogia mirip dengan lumba-lumba. Padahal, spesies ini tidak masuk dalam famili Delphinidae.

Paus Kogia yang hanya terdiri dari dua spesies masuk keluarga Kogiidae. Dua spesies tersebut, Kogia breviceps (Pygmy Sperm Whale) dan Kogia sima (Dwarf Sperm Whale).

Saat berada di laut, sulit membedakan dua spesies tersebut. Sebagai gambaran, paus Kogia breviceps bagian kepala dengan moncong bundar, sedangkan Kogia sima moncongnya lebih tajam.

Penanganan paus Kogia yang terdampar di pantai Pandeglang, Banten Kamis (16/1). FOTO: LPSPL SERANG

Pada Kamis (16/1) seekor paus Kogia sima ditemukan terdampar dan mati di pantai Desa Sinar Laut, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Paus Kogia ini dalam kondisi hamil.

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Fisheries, di belahan bumi selatan, musim melahirkan paus Kogia sima di bulan Desember hingga Maret.

Samudera Hindia dan perairan Indonesia lainnya termasuk belahan bumi selatan.

Paus Kogia mengandung, melahirkan, menyusui dan mengasuh anaknya. Masa kehamilan paus Kogia berkisar 9 bulan hingga 1 tahun. Panjang bayi Kogia yang dilahirkan 1 meter dengan berat 30 kilo gram.

Di laut, paus Kogia memangsa cumi, gurita, udang, kepiting dan ikan. Untuk berburu mangsa, paus ini dapat menyelam di kedalaman laut.

Di perairan Indonesia, paus Kogia dilaporkan pernah terlihat di Maluku, Papua, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Timor dan Bali.

Adapun untuk penamaan paus Kogia dalam bahasa Indonesia belum ada kesesuaian. Seperti dalam Daftar Spesies Akuatik Dilindungi Nasional (KKP), nama Indonesia Kogia breviceps adalah paus sperma palsu. Adapun Kogia sima nama Indonesia, paus sperma kerdil.

Penamaan ini berbeda dalam buku Rencana Aksi Nasional Konservasi Cetacea yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP. Di halaman 9 buku yang terbit tahun 2015, Kogia breviceps disebut paus sperma kerdil, sedangkan Kogia sima paus sperma cebol.

Perlu adanya kesesuaian dan kesamaan nama untuk memudahkan pendataan dan identifikasi spesies cetacea langka ini.*

Verrianto Madjowa

Exit mobile version